Kesenian Tradisional Cirebon yang Hampir Punah

  • 3 min read
  • Sep 25, 2020

Kesenian Tradisional Cirebon yang Hampir Punah – Cirebon selain terkenal akan kesultanan-nya juga lekat dengan berbagai kesenian rakyat. Sayangnya beberapa kesenian tradisional ini hampir punah karena tergerus jaman.

Kesenian tradisional ini dulunya digunakan oleh Sunan Gunung Jati dan Wali Songo lainnya untuk menyebarkan agama islam di tanah Sunda.

Selain itu kesenian ini juga digunakan sebagai alat diplomasi ketika Kesultanan Cirebon terancam kalah oleh serangan kerajaan lainnya.

Kesenian Tradisional Cirebon Yang Hampir Punah

Oleh karena itu patut bagi kita untuk mengenal lebih jauh tentang kesenian tradisional Cirebon yang hampir punah ini.

Minat generasi penerus yang kurang hingga tergerus oleh kesenian modern lainnya. Hal ini membuat pelaku seni tradisional ini kian sedikit dan sampai sekarang hampir punah.

Misalnya Tarling yang terkenal di tahun 50-an mulai tergerus jaman seiring hadirnya musik dangdut. Selain Tarling ada beberapa kebudayaan Cirebon dan tradisi Cirebon yang hampir punah yang akan pitujuh.com ulas lebih lanjut di bawah ini.

Berikut 7 Kesenian Tradisional Cirebon yang Hampir Punah

Silahkan simak beberapa kesenian tradisional Cirebon yang nyaris punah berikut ini:

1. Tarling

Tarling Kesenian Tradisonal Cirebon Yang Hampir Punah

Kesenian khas pesisir laut Jawa ini merupakan pertunjukan musik disertai drama pendek. Tarling diambil dari kata Gitar dan Suling.

Kedua instrumen ini memang kerap melekat di kesenian tradisional Cirebon ini. Awal perkembangan Tarling tidak terlalu jelas kapan tepatnya. Namun sekitar tahun 1950-an kesenian ini mulai disiarkan di RRI Cirebon dan menjadikan Tarling semakin populer.

Semenjak meluasnya musik dangdut pada tahun 1980, kesenian ini kian terdesak dan popularitas-nya menurun. Hal ini pula yang memaksa seniman Tarling memasukkan unsur dangdut ke dalamnya untuk menarik minat penonton.

2. Sintren

Sintren Kesenian Tradisional Cirebon Yang Nyaris Punah

Tari Sintren merupakan tarian yang kaya akan unsur mistis. Kesenian ini makin langka dijumpai untuk saat ini.

Sintren dikenal pada awal 1940 dengan berbagai bumbu mitologi yang menyelimutinya. Dulunya tarian ini dipercaya berasal dari kisah Sulandono dengan Sulasih yang hubungan asmara-nya tidak mendapat restu.

Keduanya bertapa satu sama lain dan bertemu di alam gaib. Pertemuan gaib keduanya diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukan roh bidadari ke tubuh Dewi Sulasih. Hal inilah yang menyebabkan penari Sintren kemasukan roh bidadari ketika sedang menari.

Tari Sintren sebagai kesenian tradisional Cirebon ini perlu dilestarikan agar tidak punah. Generasi muda Cirebon harus mulai mengenal budaya dan kesenian yang ada di Cirebon.

3. Tari Topeng

Tari Topeng Kesenian Khas Cirebon Yang Hampir Punah

Tari Topeng tak hanya terkenal di Jakarta saja namun juga menjadi kesenian tradisional Cirebon. seni ini menunjukan berbagai cerita bersejarah dan penuh hikmah dalam bentuk tarian topeng.

Tari topeng berasal dari diplomasi dalam bentuk kesenian. Hal ini karena ketika pada masa Sunan Gunung Jati terjadi serangan dari Pangeran Welang dari Karawang.

Sunan Gunung Jati tidak bisa menandingi pedang Curug Sewu yang di hunus Pangeran Welang dan akhirnya Sultan Cirebon memutuskan diplomasi dengan kesenian untuk berdamai.

Tari Topeng sebagai salah satu kesenian Cirebon yang nyaris punah, kini pelan-pelan mulai dikenal oleh masyarakat Cirebon. Pemerintah Cirebon sangat peduli dengan hal ini.

Tari Topeng ini bahkan menjadi icon kota Cirebon dan mulai diajarkan kepada anak-anak Sekolah.

4. Kesenian Gambyung

Gambyung Kesenian Tradisional Cirebon

Kesenian Gambyung merupakan peninggalan Wali Songo dan dikembangkan dari kalangan yang tumbuh di lingkungan pesantren.

Kesenian tradisional Cirebon ini digunakan untuk menyebarkan agama islam dari jalan kesenian. Salah satu ciri khas Gambyung adalah alat musik bernama Terbang yang digunakan.

Biasanya Gambyung dipertunjukkan dalam acara Maulid Nabis, Rajaban, dan lain-lain. Dari tahun ke tahun, Gambyung mulai terkikis dengan kesenian lainnya dan saat ini sudah sangat jarang dimainkan.

5. Genjring Rudat

Genjring Rudat Kesenian Cirebon Yang Hampir Punah

Masyarakat Cirebon memiliki kesenian yang unik yaitu sebuah kesenian yang bernama Genjring Rudat. Kesenian ini banyak berkembang di kalangan lingkungan pesantren.

Kesenian ini berbentuk puji-pujian kepada Allah dan rasul-Nya yang diiringi oleh beberapa alat musik. Alat musik itu antara lain terbang, genjring dan bedug.

Setiap ada acara keagamaan, Genjring Rudat akan selalu dimainkan oleh santri-santri di pesantren. Kesenian akan meramaikan suasana di dalam acara tersebut.

6. Angklung Bungko

Angklung Bungko Kesenian Cirebon Yang Nyaris Punah

Kesenian Cirebon yang hampir punah berikutnya adalah kesenian Angklung Bungko. Kesenian ini sering dimainkan pada acara-acara adat di Cirebon.

Acara-acara adat itu diantaranya ngunjung buyut, nyadran dan berbagai jenis acara adat lainnya. Kesenian ini biasanya akan menampilkan penari-penari yang menyuguhkan berbagai tarian seperti tari benteleye dan tari panji.

Akhir-akhir ini, kesenian Angklung Buko sudah jarang sekali dipentaskan di Cirebon. Kesenian Cirebon yang nyaris punah ini perlu perhatian khusus agar bisa dimainkan oleh masyarakat Cirebon.

Kesenian Angklung Buko ini sudah mulai jarang dipentaskan mungkin sudah mulai tergeser oleh kemajuan jaman.

7. Tunil

Tunil Sandiwara Jawa Kesenian Cirebon Yang Hampir Punah

Kesenian Tunil adalah sejenis sandiwara yang dimainkan oleh beberapa orang. Dalam kesenian Tunil bahasa yang dipakai menggunakan bahasa Jawa Cirebon.

Bagi masyarakat Indramayu sebagai tetangga kota Cirebon, kesenian Tunil ini disebut sebagai sandiwara Jawa. Ya karena itu tadi, bahasa yang dipakai menggunakan bahasa Jawa Cirebon.

Kesenian Tunil ini sudah jarang dimainkan oleh masyarakat Cirebon. Kesenian Cirebon ini juga terancam punah. Hal ini kemungkinan karena kesenian ini mulai tergeser oleh kesenian-kesenian modern saat ini.

Kesenian-kesenian dari Cirebon yang hampir punah ini perlu dilestarikan oleh masyarakat Cirebon. karena itu pemerintah Cirebon perlu memberi perhatian khusus untuk kesenian Cirebon ini.

Baca juga : Tarian Indonesia yang Mendunia

Demikianlah berbagai kesenian Cirebon yang hampir punah. Selayaknya kita mengenali kesenian tersebut dan turut melestarikannya agar tidak punah terkikis jaman. Semoga bermanfaat.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *